Pemuda disatu desa merasa terpanggil untuk memperhatikan pendidikan anak-anak terlantar di jalanan. Mereka yang kebetulan berasal dari beberapa daerah di Indonesia itu dan tinggal berbaur didesa itu sepakat untuk mendirikan sekolah rakyat yang dikelola oleh mereka.
Hanz dari Papua menjadi pimpinan dikelompok itu dibantu Asep dari Sunda dan Buyung dari Sumatera barat. Mereka patungan dan mencari donatur dibantu juga oleh Pak Kades. Walaupun banyak tantangan, usaha mereka akhirnya berhasil.
Dengan menggunakan bangunan kosong dekat kandang ayam, mereka memulai sekolah rakyat dengan siswa yang lumayan banyak. Mereka menjadi guru sekaligus pengasuh anak-anak jalanan itu. Sebuah persatuan antara suku disebuah desa mampu mewujudkan sebuah kebaikan untuk kemajuan anak Bangsa.